budaya

TRADISI RUWAHAN DAN NYADRAN

TRADISI RUWAHAN DAN NYADRAN

Nyadran merupakan salah satu tradisi membersihkan makam dalam masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah dalam menyambut bulan suci ramadhan. Dalam bahasa jawa Nyadran berasal dari kata sadran yang artinya ruwah syakban. Tradisi ini biasanya dilakukan di setiap hari ke 10 bulan Rajab atau saat datangnya bulan Sya’ban. Dalam ajaran agama Islam bulan Sya’ban adalah bulan yang penuh dengan ampunan karena di bulan ini semua amal perbuatan manusia selama 1 tahun akan diangkat oleh Allah swt, sehingga dianjurkan bagi umat muslim untuk senantiasa melakukan berbagai macam amalan sebagai penyucian diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Sementara dalam kalender jawa, bulan Sya’ban disebut sebagai bulan Ruwah yang berasal dari kata arwah, dimana di bulan ini dianjurkan untuk mengingat dan menghormati para leluhur yang telah meninggal dunia.

Tradisi Nyadran sendiri sebenarnya sudah ada semenjak jaman Hindu-Budha atau pada saat Kerajaan Majapahit, dimana agama Islam belum masuk ke Indonesia, yang disebut craddha atau sraddha. Pada saat itu tradisi craddha dilakukan dengan berbagai macam sesaji yang berupa bunga, dupa dan menggunakan lantunan doa-doa atau puji-pujian dengan bahasa hindhu-Budha. Namun pada abad ke 14 saat wali songo melakukan penyebaran agama Islam di tanah Jawa tradisi ini mulai berubah dengan adanya penambahan unsur agama Islam.

Islam sebagai agama baru, tentunya menginginkan untuk dapat diterima oleh masyarakat jawa yang saat itu sangat kental dengan pengaruh Hindhu- Budha, oleh karena itu untuk mendapatkan simpati dari masyarakat Jawa, para wali pun mengadakan pendekatan melalui penggabungan antara unsur agama islam dan budaya Jawa sebagai salah satu cara untuk menyebarkan agama Islam.

Pada masa itu, masyarakat Jawa Kuno mempunyai keyakinan bahwa semua leluhur yang sudah meninggal dunia sejatinya rohnya masih berada di dunia nyatadan akan selalu mendampingi anak -cucu dan keturunannya sehingga dalam tradisi nyadran akan selalu terdapat sesaji untuk pemujaan terhadap roh leluhur dimana hal ini bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh sebab itu para wali melakukan pendekatan dengan cara merubah niat dalam melakukan tradisi ini, yakni yang pada awalnya sesaji tersebut digunakan untuk menyembah roh leluhur diganti dengan niat untuk menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan isi sesaji pun diganti dengan makanan sehari-hari yang nantinya dapat dibagi-bagikan kepada sanak saudara sebagai rasa syukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah.

Proses ritual sebelum nyadran dimulai dengan membuat apem, ketan dan kolak yang dimasukkan ke dalam takir , yaitu tempat makanan yang terbuat dari pohon pisang dan di kanan-kirinya ditusuki lidi atau biting dalam bahasa Jawa. Ke 3 makanan ini merupakan menu wajib di setiap acara ruwahan dan ternyata mengandung makna filsafat yang sangat dalam yakni :

1. Ketan
Nama ketan dalam masyarakat Jawa bisa mempunyai arti yang banyak. Ketan bisa diartikan sebagai “kraketan” atau “ngraketke ikatan”, yang artinya merekatkan ikatan. Dimaknai sebagai simbol perekatan tali ikatan persaudaraan antara sesama manusia yang ditandai dengan pembagian sesaji sebagai cara untuk tetap menjalin silahturahmi baik kepada tetangga maupun sanak saudara.
Ketan juga dapat diartikan sebagai kemutan, yang dalam bahasa Jawa artinya teringat. Hal ini sebagai simbol mengingat segala dosa dan kesalahan yang diperbuat selama ini dan sekaligus sebagai instropeksi dalam diri.

2. Kolak
Sajian ini merupakan makanan manis yang terbuat dari ubu, pisang dan kolang kaling yang direbus dengan gula jawa dan santan. Kolah ruwahan biasanya kuahnya lebih kental, lebih manis daripada kolak pada saat bulan ramadhan.Nama kolak dipercaya dari bahasa arab yakni kata “Khalaqa” yang berarti menciptakan. Bisa dikatakan bahwa kolak sebagai simbol yang merujuk pada Tuhan Yang Maha Esa, dengan maksud agar kita senantiasa ingat kepada Sang Pencipta, yakni Tuhan Yang Maha Esa.

3. Apem
Apem adalah kue tradisional masyarakat Jawa yang terbuat dari tepung beras, berbentuk bulat pipih sempurna karena dimasak dengan menggunakan cetakan kue khusus. Dalam memasaknya pun juga membutuhkan kesabaran karena dimasak denngan api kecil untuk menghasilkan apem yang matang sempurna. Nama apem dipercaya berasal dari bahasa Arab yakni kata “Afwan” yang artinya meminta maaf. Hal ini menunjukkan bahwa apem sebagai simbol bahwa kita harus bisa memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain atau bisa juga dimaknai sebagai permohonan ampunan seorang hambanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah ketan, kolak, apem dan menu makanan tradisional lainnya, seperti sambel goreng ati, ayam ingkung, urap sayur, perkedel, tahu dan tempe bacem dan lain sebagainya dimasak bersama-sama dengan para keluarga maka kemudian dilakukan acara kenduri dengan pembacaan ayat Al-Qur’an, zikir, tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh pemuka agama kemudian ditutup dengan makan bersama dan tak lupa pula semua tamu diberikan bingkisan makanan pada saat mereka akan pulang. Seusai kenduri, dilakukan besik yaitu pembersihan makam leluhur dari kotoran dan rerumputan. Secara bergotong royong setiap anggota keluarga menyapu, mencabuti rumput, membersihkan makam dan kegiatan lainnya sehingga makam-makam para leluhur akan tampak bersih dan rapi. Tradisi Nyadran ini kemudian ditutup dengan melakukan upacara ziarah kubur dengan berdoa kepada Allah untuk meminta ampunan bagi mereka yang telah meninggal dunia.

Tradisi ini mencerminkan akan adanya kebersamaan yang terjalin dengan kuat antara seluruh anggota keluarga besar, hal ini terbukti sampai saat ini para perantau akan selalu menyempatkan diri untuk pulang ke kotanya pada saat tradisi Ruwahan dan Sadranan untuk dapat bertemu dan berkumpul dengan kerabat lainnya, demi menguatkan tali ikatan persaudaraan. Semoga tradisi ini akan selalu terjaga kelestariannya dan akan selalu seirama dari zaman ke zaman.

Uncategorized

THE DAY YOU DIED

JUDUL ASLI : THE DAY YOU DIED

PENULIS : JACK LANCE

TAHUN : 2012

PENERJEMAH: KIKI SIDHARTA TAHA

PENERBIT INDONESIA : PT BHUANA ILMU POPULER

HALAMAN : 464 HAL

ISBN 10 : 602-249-765-5

ISBN 13 : 978-602-249-765-3

GENRE : MYSTERI


TENTANG PENULIS

Jack Lance adalah pseudonim Ron Puyn. Penulis Belanda ini mendedikasikan dirinya untuk menulis novel misteri dan suspense thriller.

Gaya penulisan dan rasa novel Jack Lance merupakan kombinasi antara novel Stephen King dan Dean Koontz, beralur cepat, mencekam dan mudah di baca. Para pereview menyebutnya Stephen King versi Belanda. Novelnya memiliki karakter yang unik berkat bumbu supernatural dan paranormal yang sudah ia teliti secara intensif.

Jack Lance sudah menyelesaikan tiga novel, yang diterbitkan dan akan diterbitkan oleh 13 penerbit. Baru-baru ini ia menyelesaikan novelnya yang berjudul Pyrophobia dan Zone Trilogy telah terjual kepada penerbit Inggris dan Amerika. Novelnya yang berjudul Tikken telah diadaptasi menjadi film pendek oleh seorang sutradara Belanda, Robin Peeters. Novelnya yang berjudul Night Eyes juga telah diadaptasi menjadi film Hollywood sepanjang 90 menit dengan judul yang sama.


SINOPSIS

Hidup Jason Evans tak ubahnya berlayar di laut teduh. Tak ada kata yang mampu menggambarkan kehidupannya selain sempurna. Ia hidup bahagia bersama istrinya yang sangat mencintainya, memiliki katier gemilang dan dikelilingi sahabat baik. Kebahagiaannya tak terusik, hingga seorang tak dikenal mengiriminya sebuah foto aneh, foto batu nisan, dengan pesan mengejutkan dibaliknya : Kau sudah mati.

Jason yakin foto itu hanya ulah jail seseorang, tetapi kemudian ia menerima foto ke dua. Kali ini debgan pesan yang lebih membingungkan : Kau mungkin merasa hidup, tapi sesungguhnya kau tidak ada di dunia ini. Kemudian foto ke tiga datang dengan pesan : 18 Agustus, hati kematianmu.

Jason mulai merasa nyawanya terancam. Pencarian akan batu nisan yang tertera di foto menjadi obsesinya. Batu nisan yang mungkin saja adalah pertanda makamnya sendiri. Ia pun menemukan bahwa hidup tak seperti yang selalu ia yakini selama ini.


Novel ini di racik dengan bagus walopun awalnya agak membosankan tetapi setelah di bagian jason sang tokoh mulai mengadakan penyelidikkan tentang gambar yang diterimanya, menjadi sebuah petualangan yang menarik. Ditambah lagi dengan bumbu adanya pirofobia dan mimpi-mimpi seram yang dialami jason, sehingga ia harus mengikuti terapi untuk menganalisa tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Penyelidikkan yang membawa jason harus berpetualang dari negara satu ke negara lain, adanya konflik dengan Kayla istrinya yang memiliki ketakutan akan semua yang berhubungan dengan kematian, menambah menariknya novel ini untuk dibaca.

Novel yang bisa direkomendasi untuk pecinta misteri, yang suka dengan petualangan misterius.

Uncategorized

ASYLUM

JUDUL ASLI : ASYLUM

PENULIS : MADELEINE ROUX

PENERBIT : ARRANGEMENT WITH HARPERCOLLINS

TAHUN : 2013

PENERJEMAH : GABRIELLA FELICIA

PENERBIT INDONESIA : PT BHUANA SASTRA

TEBAL : 296 HAL

TENTANG PENULIS

Madeleine Roux adalah penulis Allison Hewitt Is Trapped dan Sadie Walker Is Stranded. Ia berasal dari Minnesota dan lulusan terbaik Beloit College. Madeleine tinggal dan bekerja di California.

SINOPSIS

Bagi Dan Crawford yang berusia 16 tahun, program musim panas untuk murid berbakat adalah kesempatan terbaik seumur hidupnya. Tak seirangpun disekolah mengerti obsesi uniknya terhadap sejarah dan sains, tetapi untuk program persiapan New Hampshire College, keanehan macam itulah yang dibutuhkan.
Saat Dan tiba, ia baru mengetahui asrama musim panas yang biasa digunakan telah di tutup, membuat para murid terpaksa menginap di asrama brookline yang bobrok, bekas asylum. Ketika Dan bersama teman barunya, Abby dan Jordan, mulai menjelajahi lorong-lotong brookline yang menyesatkan dan ruang bawah tanah tersembunyi, mereka menemukan rahasia-rahasia menakutkan tentang apa yang sesungguhnya terjadi, yang mengaitkan Dan juga teman-temannya dengan masa lalu asylumyang suram.

Ternyata Brookline bukanlah asylum biasa. Ada beberapa rahasia yang menolak untuk tetap terkubur.

Kelebihan dari novel asylum ini adalah mampu mengajak pembaca merasakan ikut berpetualang bersama menyusuri lorong-lorong gelap, penuh liku di bawah tanah. Novel ini menggunakan alur maju yang dikemas dengan sangat bagus, menarik dari awal tahap perkenalan hingga muncul konfilk dan berakhir dengan penyelesaian.

KELEMAHAN novel ini adalah penyelesaiannya yang kurang jelas, sedikit terlihat samar.

Namun secara keseluruhan, novel ini layak untuk di baca khususnya bagi pecinta cerita fiksi mysteri.